Animasi adalah seni yang ajaib dan memukau yang telah memikat kita selama bertahun-tahun. Sebuah karya animasi yang bagus tidak hanya menghibur, tetapi juga menghadirkan karakter dan objek yang hidup dan realistis. Di balik pesona ini, terdapat “12 Prinsip Animasi” yang merupakan dasar dari setiap animasi yang memukau. 12 Prinsip Animasi pertama kali dirumuskan oleh dua animator Walt Disney, Frank Thomas dan Ollie Johnston, dalam buku mereka “The Illusion of Life” yang diterbitkan pada tahun 1981. Buku ini merupakan hasil dari 40 tahun pengalaman mereka bekerja di Disney, dan prinsip-prinsip ini telah menjadi dasar dari animasi tradisional selama beberapa dekade. Berikut 12 Prinsip Animasi tersebut :

  1. Squash and Stretch
  2. Anticipation
  3. Staging
  4. Straight Ahead/Pose to Pose
  5. Follow Through & Overlapping Action
  6. Slow In & Slow Out
  7. Arcs
  8. Secondary Action
  9. Timing
  10. Exaggeration
  11. Solid Drawing
  12. Appeal 

Mari kita gali lebih dalam dan mengenal 12 prinsip animasi yang menjadi tulang punggung dunia animasi modern.

1. Squash and Stretch

Prinsip ini merujuk pada kemampuan objek untuk dihancurkan dan diregangkan tanpa kehilangan bentuk atau integritasnya. Dalam animasi, ini digunakan untuk menciptakan rasa berat dan fleksibilitas. Misalnya, bola yang memantul akan mengempis dan meregang saat memukul tanah dan memantul kembali.

Sumber : autodesk.com

2. Anticipation

Prinsip ini mengacu pada penggunaan tindakan persiapan yang mengatur tindakan yang lebih besar. Misalnya, karakter yang berlari untuk melompati pagar pertama-tama akan mengambil beberapa langkah mundur dan berjongkok, yang merupakan antisipasi untuk lompatan.

Sumber: afterhoursanimationschool.tumblr.com

3. Staging

Staging berkaitan dengan pengaturan elemen-elemen dalam adegan untuk mengarahkan perhatian penonton ke hal-hal yang penting. Ini melibatkan penempatan karakter, objek, dan elemen lainnya agar mudah dipahami oleh penonton dan menghindari kebingungan visual.

Sumber: pinterest.com

4. Straight Ahead/Pose to Pose

  • Straight Ahead: Dalam pendekatan ini, animator membuat setiap frame animasi secara berurutan dari awal hingga akhir gerakan. Ini menghasilkan animasi yang lebih alami dan organik.
  • Pose to Pose: Dalam pendekatan ini, animator merencanakan frame kunci terlebih dahulu (pose) dan kemudian mengisi frame di antara pose tersebut. Ini memberikan lebih banyak kontrol dan akurasi dalam animasi.
Sumber : www.pinterest.co.kr

5. Follow Through & Overlapping Action

  • Follow Through (tindakan mengikuti): Ini mengacu pada gerakan yang terus berlanjut setelah gerakan utama berhenti. Misalnya, rambut yang bergerak setelah karakter berhenti berlari.
  • Overlapping Action (tindakan tumpang tindih): Ini terjadi saat elemen-elemen dalam animasi bergerak dengan cara yang sedikit berbeda satu sama lain, menciptakan tampilan yang lebih alami dan organik.
Sumber : www.brianlemay.com

6. Slow In & Slow Out

Prinsip ini mencakup perubahan kecepatan gerakan dalam animasi. Karakter atau objek akan memulai gerakan secara perlahan, mengalami percepatan dan kemudian melambat saat mendekati berhenti. Prinsip ini menciptakan perasaan kelembutan dan realisme dalam gerakan.

Sumber: bulbapp.com

7. Arcs

Prinsip ini mengacu pada fakta bahwa objek biasanya bergerak dalam lengkungan, bukan garis lurus. Hal ini karena objek digerakkan oleh gaya, dan gaya selalu mengikuti jalur yang melengkung. Lengkungan membantu menciptakan rasa fluiditas dan gerakan alami dalam animasi.

Sumber: nutchelleblog

8. Secondary Action

Prinsip ini adalah gerakan tambahan yang mendukung gerakan utama dan menambah kedalaman dan rasa realisme ke dalam animasi. Misalnya, karakter yang sedang berbicara dapat memiliki gerakan tangan atau ekspresi wajah tambahan.

Sumber : nutchelleblog.wordpress.com

9. Timing

Prinsip ini melibatkan pengaturan kecepatan gerakan dalam animasi. Ini mempengaruhi perasaan berat dan kecepatan karakter atau objek dalam adegan, dan dapat digunakan untuk menciptakan efek dramatis dalam animasi.

Sumber : evl.uic.edu

10. Exaggeration

Prinsip ini mengacu pada penggunaan proporsi dan gerakan yang ekstrem untuk menciptakan animasi yang lebih berdampak. Misalnya, ekspresi wajah karakter dapat dilebih-lebihkan untuk membuatnya lebih ekspresif, atau gerakan karakter dapat dilebih-lebihkan untuk membuatnya lebih dinamis.

Sumber: nutchelleblog.wordpress.com

11. Solid Drawing

Ini mencakup pemahaman yang baik tentang prinsip-prinsip gambar tiga dimensi dan anatomi. Ini penting untuk menciptakan karakter dan objek yang terlihat “nyata” dalam animasi, sehingga karakter memiliki volume dan kedalaman.

Sumber: darvideo.tv

12. Appeal 

Prinsip ini berkaitan dengan membuat karakter atau objek dalam animasi menarik dan memikat bagi penonton. Ini melibatkan desain karakter yang menarik dan ekspresi yang kuat, sehingga penonton merasa terhubung dengan karakter tersebut. Prinsip ini sering digunakan untuk menciptakan karakter yang dapat memenangkan hati penonton.

Sumber: dsource.in

Untuk lebih jelas memahami 12 Prinsip Animasi, silahkan tonton video yang dijelaskan oleh Alan Becker (seorang Animator dan Youtuber) berikut ini:

Kedua belas Prinsip Animasi ini bukan hanya seperangkat aturan; mereka adalah pedoman yang dapat digunakan untuk menciptakan animasi yang lebih hidup, menarik dan realistis. Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip ini, animator dapat menciptakan animasi yang akan menghibur dan menginspirasi penonton.

By Ifan OK

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Saya ingin tahu pendapat Anda, silakan beri komentar.x
()
x